Jumat, 01 Juni 2012

Kiat-kiat Sukses Belajar


            Disadari atau tidak, setiap mahasiswa tentunya memiliki pengharapan untuk dapat memperoleh kesuksesan dalam belajar. Meskipun dalam kenyataan, tidak sedikit dari mereka yang menuai kegagalan demi kegagalan. Kegagalan mereka bisa jadi karena mereka tidak mampu mengembangkan dan mempraktekkan cara belajar yang efektif. Yang dimaksud dengan cara belajar yang efektif di sini adalah cara-cara belajar yang dapat membawa hasil.
Untuk membahas bagaimana cara belajar yang efektif diperlukan pemahaman akan seluk beluk belajar itu sendiri. Yang antara lain meliputi: Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, tehnik umum belajar, dan kiat menghadapi ujian.
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
1. Kecerdasan
            Seorang siswa yang memiliki kecerdasan tinggi akan lebih cepat mempelajari bahan-bahan baru. Namun demikian seorang siswa yang cerdas tidak serta merta akan mendapatkan nilai yang terbaik. Ia dapat memperoleh nilai terbaik jika situasi lingkungan dan cara-cara yang ditempuhnya benar.
2. Motivasi
            Motivasi adalah kondisi psikologis seseorang yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Suryabrata, 1982). Jadi motivasi untuk belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi memegang peranan penting. Siswa dapat belajar secara lebih efektif apabila ia berusaha untuk belajar, artinya siswa itu memotivasi dirinya sendiri untuk belajar.
3. Konsentrasi
            Kemampuan berkonsentrasi dalam belajar mutlak diperlukan. Konsentrasi dapat diartikan pemusatan perhatian atau pemikiran pada suatu hal. Jika siswa bisa konsentrasi penuh terhadap pelajaran, maka perhatiannya terhadap pelajaran akan sangat besar sekali. Hal tersebut sangat membantu dalam mengingat dan mengerti pelajaran tersebut.

4. Lingkungan
Lingkungan seorang siswa dapat mempunyai pengaruh yang besar kepada siswa. Pengaruh tersebut bisa positif maupun negatif, tergantung mana yang lebih kuat/menang.
5. Kesehatan
Kesehatan sangat mempengaruhi segala aktivitas seseorang, temasuk aktivitas belajar. Jika seseorang memiliki gangguan kesehatan maka sudah dapat dipastikan bahwa ia kurang bisa berkonsentrasi dengan baik.
6. Cara belajar
            Banyak terjadi seorang siswa yang sebenarnya pandai tetapi memperoleh hasil yang lebih jelek dari yang kurang pandai, karena cara belajar yang sesuai dirinya tidak dikuasai.
7. Perlengkapan
            Siswa hendaknya pandai-pandai melihat perlengkapan apa yang memang mutlak diperlukan dan mana yang sebaiknya dimiliki. Jika siswa tidak memiliki perlengkapan yang tidak mutlak, tentu ia masih bisa belajar dengan hasil baik.
8. Sifat negatif.
a. Kekanak-kanakan
            Gejala utama sikap kekanak-kanakan ini adalah kurang mandiri, emosi berubah-ubah,  dan tidak menerima kenyataan bahwa apa yang diinginkan tidak selalu dapat diperoleh pada saat yang diinginkan. Sikap kekanak-kanakan ini sering menimbulkan sifat-sifat negatif lainnya.
b. Permusuhan
            Rasa permusuhan baik pada kawan, guru, dan orang tua tidak akan memberikan keuntungan pada kita. Sebaliknya, kerugian lebih banyak kita peroleh. Contoh kebencian terhadap seorang guru seringkali berakibat pada timbulnya kebencian terhadap mata pelajaran yang diampu guru tersebut.
c. Kurangnya tanggung jawab
Perilaku yang bisa dikategorikan sebagai tindakan kurang bertanggung jawab antara lain: menyalahkan orang tua atau guru karena ia mendapat nilai jelek dalam ujian, mencontek dan sebagainya.
d. Takut gagal
            Takut terhadap kegagalan yang berlebihan dan tidak rasional, sangat merugikan diri sendiri. Dalam hidup, kita hanya ada dua pilihan: sukses atau gagal. Tetapi kalau kita tidak berbuat sesuatu, maka alternatif itu hanya satu: gagal.
B. Teknik Umum Belajar
1. Perencanaan
            Tujuan utama perencanaan dalam belajar adalah agar kita bisa menggunakan waktu yang ada seefektif dan seefisien mungkin. Untuk bisa menggunakan waktu yang seefektif dan seefisien mungkin maka diperlukan jadwal yang tepat. Kapan saat belajar, kapan saat mengaji, kapan saat bermain, kapan saat istirahat dan waktu-waktu lain yang bisa dimanfaatkan. Dalam membuat jadwal hendaknya yang praktis dan jangan terlalu dipadatkan, sehingga tidak sulit untuk mengikutinya.
2. Suasana yang mendukung
            Secara ideal, lokasi belajar haruslah tenang tanpa gangguan. Sirkulasi dan suhu udara yang baik, dan penerangan yang baik pula sehingga menciptakan kenyamanan dalam belajar.
3. Kapan kita belajar
Berdasarkan hasil beberapa penelitian, ternyata ada perbedaan hasil belajar sesaat sebelum tidur dan setelah tidur. Voeks (1970) dan Morgan (1974) mengemukakan bahwa belajar yang perlu hafalan lebih baik dilakukan sebelum tidur. Sedangkan jika kita belajar untuk mengerti suatu yang sifatnya memeras otak, tidak baik jika dilakukan sebelum tidur.
            Adapun waktu yang terbaik untuk mereview (mengulang) pelajaran yang diberikan di kelas adalah segera setelah kelas selesai, karena pada saat itu sebagian ucapan atau tulisan guru masih tergambar di benak kita.
4. Belajar terdistribusi
            Perlu diingat bahwa secara umum, belajar dalam dua sesi untuk suatu mata pelajaran lebih baik dari satu sesi. Belajar dalam empat sesi lebih baik dari dua sesi, dan seterusnya.
5. Menerima pelajaran di kelas.
            Kalau kita hadir di dalam suatu kelas, maka ada tiga proses yang kita lakukan. Pertama, kita mendengar guru berbicara, kedua, kita melihat tulisan, ilustrasi, ketiga, kita mencatat atau menggambar. Itulah tiga proses yang membantu kita mengingat di dalam kelas.
            Di dalam mengikuti pelajaran di kelas lakukan hal-hal berikut ini:
a.  Pelajari dulu sekilas topik yang akan diberikan
b. Review pelajaran sebelumnya
c.  Siap di kelas (mental dan alat-alat tulis yang diperlukan)
d.                   Catat ide pokok dan rincian penting serta contoh-contoh
e.  Sediakan tempat kosong, jika tertinggal
f.  Catat segera ide, pendapat atau pertanyaan yang timbul dipikiran Anda
g. Review dan revisi segera serta beri tanda khusus tentang paragraf penting, yang kurang jelas  dan sebagainya
h. Kebanyakan mencatat lebih baik dari kesedikitan
i.   Kenali corak guru dalam memberi pelajaran
j.  Usahakan Anda mengerti apa yang dijelaskan, tidak hanya mencatat.
C. Kiat Menghadapi Ujian
            Persiapan yang perlu dilakukan dalam menghadapi ujian adalah melakukan review. Adapun cara-cara mereview antara lain:
1.      Review hendaknya dilakukan untuk semua bahan yang akan diujikan
2.      Dalam mereview suatu bab, usahakan untuk mengingat ide utamanya
3.      Usahakan untuk memperkirakan pertanyaan apa yang akan keluar dari suatu bab.
            Adapun persiapan teknis sebelum hari ujian antara lain:
1.      Jangan paksakan diri belajar sampai larut malam pada malam sebelum ujian
2.      Jangan biarkan perut kosong menjelang ujian
3.      Sebelum meninggalkan rumah, periksa terlebih dahulu apakah segala perlengkapan yang dibutuhkan sudah dibawa.
4.      Usahakan tiba di tempat ujian seperempat sampai setengah jam sebelum ujian dimulai
5.      Jangan gugup dalam menghadapi ujian
            Sedangkan hal-hal yang perlu dilakukan pada saat ujian antara lain: mengikuti petunjuk yang diberikan dalam naskah ujian maupun yang disampaikan oleh pengawas. Kerjakan sendiri sesuai kemampuan anda, karena menyontek tidak menjamin Anda lulus. Kerjakanlah soal-soal yang menurut Anda mudah kemudian disusul yang lebih sulit. Setelah Anda selesai mengerjakan semuanya silahkan diperiksa dahulu sebelum diserahkan pada pengawas.
D. PENUTUP
            Berhasil dan tidaknya siswa dalam belajar tergantung pada siswanya sendiri, bukan tergantung cara belajar yang dipakainya. Namun tidak disangkal, bahwa siswa yang sama akan lebih berhasil kalau dia mempergunakan cara-cara belajar yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Suryabrata, S. 1982. Materi Dasar Pendidikan Program Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta
Voek, V. 1970. On Becoming an Educated Person: The University and Collage. W.B. Sauders Co. Philadelphia
Morgan, C. T. and Deese, J. 1974. How to Study. MCGraw-Hill Book, Co. New York

Tidak ada komentar:

Posting Komentar